Danau Toba merupakan salah satu danau terbesar di dunia yang terletak di Sumatra Utara (Gambar 1). Keanekaragaman hayati di ekosistem perairan Danau Toba cukup beragam mulai dari ikan, plankton, fitoplankon, hingga mikrozoobentos. Namun, setelah adanya spesies ikan asing (alien spesies) seperti Amphilophus citrinellus (Günther, 1864) atau lebih umum disebut ‘red devil cichli‘, dilaporkan bahwa ikan tersebut saat ini menjadi ikan invasif yang mengancam bioekologi perairan Danau Toba. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Tim peneliti dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University, dipimpin oleh Dr. Charles PH Simanjuntak, menyatakan bahwa ikan “red devil cichlid” mampu mengembangkan populasinya secara masif di perairan Danau Toba. Bahkan ikan tersebut ditemukan hampir disetiap fase hidupnya, dari ikan kecil hingga besar Artinya, ikan ini sudah lama menjajahi perairan Danau Toba. Ketiadaan predator alami dari spesies tersebut juga menjadi factor lainnya terhadap lonjakan populasi ikan ini. Ironisnya, masyarakat setempat justru menganggapnya sebagai ikan hias karena minimnya pemahaman terkait ikan ‘red devil cichlid‘. Hal ini di perkuat dengan beberapa sumber yang menyebutkan bahwa terdapat sebagian masyarakat yang memang tidak sengaja melepaskan ikan tersebut, bahkan ada yang sengaja melepas liarkannya ke perairan Danau Toba. Hilangnya ikan endemik suatu perairan karena adanya introduksi baik disengaja maupun tidak, selain smenekan pertumbuhan populasi ikan, tetapi juga berpotensi punahnya spesies ikan endemik dan ikan asli (native) sehingga mengganggu keberlanjutan biodiversitas perairan (Syafei dan Sudinno 2018).
Habitat Asal dan Fakta Menarik Ikan red devil cichlid

Amphilophus citrinellus atau dengan nama julukan ikan ‘red devil cichlid‘ berasal dari Amerika Tengah, tepatnya Lereng Atlantik Nikaragua dan Kosta Rika (drainase Sungai San Juan, termasuk Danau Nikaragua, Managua, Masaya dan Apoyo). Ikan ini pertama kali dideskripsikan pada tahun 1864 oleh Günther. Warnanya berkisar dari abu-abu hingga cokelat zaitun pada ikan muda dan oranye terang hingga oranye-merah pada ikan dewasa; ikan jantan dewasa berukuran lebih besar, memiliki sirip lebih panjang dan memiliki punuk yang jelas di kepalanya; serta memiliki garis-garis dorsolateral yang sebagian besar berwarna hitam, tetapi beberapa ikan memiliki warna merah muda, putih, kuning, atau oranye; panjang maksimal: 24,4 cm jantan/tidak berjenis kelamin (Kullander 2003).
Ada yang menarik dari spesies ikan satu ini, sesuai dengan julukannya ‘red devil cichlid‘ yang berarti ikan merah pembunuh dari kelompok Cichlidae, yaitu ikan ini memiliki sifat predator ‘omnivora’ yang menjadikan organisme apapun yang ada pada relung perairan, termasuk plankton, ikan-ikan kecil, siput (Conkel 1993), larva serangga, cacing dan organisme-organisme dasar lainnya menjadi mangsa mereka (Yamamoto dan Tagwa 2000); memiliki fase reproduksi relatif cepat sehingga tingkat kelangsungan hidup anak ikan sangat tinggi; dan terdapat variasi yang cukup besar antara antarhabitat dengan warna dan morfotrofiknya. Penelitian dari Klingenberg et al. (2018) menunjukkan bahwa dari tiga lokasi danau berbeda (Danau Apoyo, Masaya, dan Xiloa) terdapat perubahan bentuk terkait dasar sirip dada dan tangkai ekor, dimana dengan ikan dari danau kawah cenderung memiliki dasar sirip dada yang lebih sempit dan tangkai ekor yang lebih meruncing daripada yang berasal dari danau besar. frekuensi warna dan morf trofik pada A. citrinellus juga bervariasi antara danau dengan kedalaman air (Barlow 1976; McKaye dan Barlow 1976), yang dimungkinkan juga dipengaruhi oleh faktor genetik serta lingkungan.
Referensi
Barlow GW. 1976. The Midas cichlid in Nicaragua. In: Thorson TB, ed. Investigations of the ichthyofauna of Nicaraguan lakes. Lincoln, NB: School of Life Sciences, University of Nebraska, 333–35
Conkel D. 1993. Cichlids of North and Central America. USA: T.F.H. Publications.
Klingenberg CP; Barluenga M, Meyer A. 2003. Body shape variation in cichlid fishes of the Amphilophus citrinellus species complex. Biological Journal of the Linnean Society. 80: 397–408
Kullander SO. 2003. Cichlidae (Cichlids). In Reis RE, Kullander SO and Ferraris CJ, Jr. (eds.) Checklist of the Freshwater Fishes of South and Central America. Brasil : EDIPUCRS
McKaye KR, Barlow GW. 1976. Competition between color morphs of the Midas cichlid, Cichlasoma citrinellum, in Lake Jiloá, Nicaragua. In: Thorson TB, ed. Investigations of the ichthyofauna of Nicaraguan lakes. Lincoln, NB: School of Life Sciences, University of Nebraska, 465–475.
Syafei LS, Sudinno D. 2018. Ikan asing invasif, tantangan keberlanjutan biodiversitas perairan. Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan.12(3): 145-161
Yamamoto MN, Tagawa AW, 2000. Hawai’i’s native and exotic freshwater animals. Hawaii: Mutual Publishing



Leave a Reply