Sungai-Sungai di Indonesia sebagai Nursery Area bagi Hiu Air Tawar dan Air Asin?

Hiu merupakan ikan yang memiliki tulang rawan dan sebagian besar spesiesnya hidup di perairan air asin. Namun, terdapat spesies-spesies yang memiliki kemampuan untuk hidup di air tawar seperti Carcharhinus leucas (Müller dan Henle, 1839)/hiu banteng, Glyphis sp. Agassiz, 1843/hiu sungai dan yang lainnya. Sebelumnya terdapat laporan mengenai penemuan hiu di perairan air tawar Afrika (McCord dan Lamberth 2009; Leeney et al. 2023), Amerika Selatan (Thorson 1972; Thorson 1976), dan ternyata Indonesia juga memiliki beberapa laporan yang serupa. Mari kita simak artikel berikut.

Sumatra

Pada tanggal 29 September dan 1 October 2017 Iqbal et al. (2019) menemukan dua hiu banteng berukuran juvenil pada dua lokasi di sepanjang Sungai Musi, yaitu di Kecamatan Penukal Abab Lematang Ilir (Gambar 1) dan Kecamatan Musi Banyuasin (Gambar 2). Spesimen yang berasal dari Penukal Abab Lematang Ilir memliki panjang total 70 cm dan bobot sebesar 4 kg. Penemuan ini menjadi yang kedua setelah tertangkapnya hiu banteng di Sungai Batang Hari Jambi (Tan dan Lim 1998).

Kalimantan

Hal yang mengejutkan ditemukan oleh Iqbal et al. (2020) pada tanggal 6 April 2020, seekor hiu air asin dari spesies Sphyrna lewini terdampar dipinggiran Sungai Mahakam, Kutai Barat, Kalimantan Timur (Gambar 3). Spesimen ini memiliki panjang total 40 cm, dan diperkirakan masih berumur juvenil. S. lewini memiliki status konservasi critcally endangered (CR) beradasarkan asesmen tahun 2018 (Rigby et al. 2019). Temuan ini menjadi sangat menarik karena untuk pertama kalinya di dunia S. lewini ditemukan di perairan air tawar. Selain itu, C. leucas turut ditemukan di Sungai Barito, Kalimantan Selatan oleh Iqbal et al. (2019).

Gambar 3 Hiu martil bergerigi di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur (Yuni Sri Wahyuni)

Sulawesi

Tidak hanya di bagian Indonesia Barat, Sulawesi juga memiliki laporan serupa. Pada tanggal 13 Februari 2018 di Sungai Pangkajene, Sulawesi Selatan, sejauh 16 km dari muara ditemukan hiu banteng berukuran juvenil. Hal ini menjadi temuan pertama di pedalaman Sulawesi dan mengindikasikan bahwa adanya rute migrasi yang belum diketahui sebelumnya (Hasan dan Islam 2020).

Gambar 4 Hiu banteng yang ditemukan untuk pertama kalinya di Sungai Pangkajene, Sulawesi Selatan (Q. A. Mubaraq)

Penemuan dua spesies hiu di atas menjadi catatan penting dalam memahami persebaran dan ekologi dari hiu di Indonesia, terlebih lagi riset mengenai hiu di Indonesia masih sangat jarang. Penelitian yang telah dilakukan juga membuktikan bahwa sungai di Indonesia memiliki peran sebagai tempat berkembang biak yang sesuai bagi hiu, karena sungai mampu mneyediakan makanan yang berlimpah dengan sedikit kompetisi antar sesama predator (Iqbal et al. 2019). Walaupun begitu, sungai tidak sepenuhnya aman bagi hiu, karena tingginya aktivitas nelayan dan juga masyarakat lain, sehingga kedepannya perlu ada penyadaran oleh lembaga pemerintahan atau institusi agar keberadaannya tetap lestari.

Hasan V, Islam I. 2020. First inland record of Bull shark Carcharhinus leucas (Müller & Henle, 1839)(Carcharhiniformes: Carcharhinidae) in Celebes, Indonesia. Ecologica Montenegrina. 38: 12-17.

Penulis: Muhammad Hisyam Fadhil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *